You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasar Rakyat di Jakut Akan Terapkan Gerakan Pilah Sampah
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Pemkot Jakut Sosialisasikan Gerakan Pemilahan Sampah di Pasar Tradisional

Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), mulai mensosialisasikan gerakan pemilahan sampah ke 23 pasar tradisional.

Kami optimis ini bisa dijalankan.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara, Achmad Hariadi menjelaskan, sosialisasi dilakukan pihaknya kepada pengurus pasar terkait pembentukan tim, pembuatan sarana dan prasarana pemilahan sampah.

"Pekan ini, pengelola pasar mulai mempersiapkan tim serta sarana dan prasarananya," ucap Hariadi, Rabu (1/7).

Sudin LH Jakpus Sosialisasikan Bank Sampah di RW 03 Cempaka Baru

Untuk mendukung gerakan ini, ungkap Hariadu, pihaknya menggandeng beberapa kelompok  penggiat lingkungan hidup, seperti penggiat maggot, penggiat pakan ternak, serta penggiat biodigester.

"Jadi ini merupakan suatu gerakan kolaborasi. Sampah organik akan dikumpulkan dan kami angkut untuk dapat dimanfaatkan para penggiat lingkungan hidup,” jelasnya.

Hariadi menambahkan, akan berkordinasi dengan Perumda Pasar Jaya untuk menyediakan kantong pilah sampah ramah lingkungan berjenis organik dan anorganik pada setiap kios di pasar tradisional.

“Kantong ini menjadi tempat pemilahan sampah organik dan anorganik supaya tidak bercecer. Sampah organik akan dimanfaatkan penggiat lingkungan hidup sedangkan sampah anorganik yang bernilai masuk ke bank sampah, sedangkan sampah anorganik yang tidak bernilai masuk ke dalam gerakan sedekah sampah,” bebernya.

Sekretaris Kota Jakarta Utara, Abdul Khalit berharap, gerakan pemilahan sampah ini menjadi langkah awal komitmen untuk mengimplementasikan pengurangan sampah dari sumbernya, nantinya Sudin LH juga akan terus melakukan pendampingn dan evaluasi terhadap pasar rakyat tersebut.

“Kami dukung gerakan ini Apalagi pasar rakyat di Jakut merupakan bagain dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Mereka harus menjadi contoh terdepan terhadap hal ini,” ujarnya.

Sementara Manajer Area 14 Perumda Pasar Jaya, Febri Rozaldi, optimis terhadap implementasi pengelolaan sampah pada 23 pasar rakyat di Jakut. Implementasi ini harus dimulai dengan merubah budaya setiap pemilik kios pasar rakyat dari budaya mengumpulkan sampah menjadi memilah sampah.

“Kami optimis ini bisa dijalankan. Dimulai dengan edukasi merubah budaya pemilik kios dari budaya mengumpulkan sampah menjadi memilah sampah,” tutupnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1242 personNurito
  2. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1211 personAnita Karyati
  3. Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

    access_time20-07-2026 remove_red_eye966 personNurito
  4. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye932 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye823 personDessy Suciati